Friday, February 26, 2010

Tertawa di Dunia, Menangis di Akhirat



Dalam satu hadith, Nabi saw bersabda'Banyak tertawa dan tergelak-gelak itu mematikan hati'.

Banyak tertawa menjadikan hati semakinmalap dan tidak berseri. Lampu hati tidak bersinar dan akhirnya terus tidak menyala. Hati tidak

berfungsi lagi.

Nabi Muhammad melarang ummatnya darigelak-ketawa yang melampuai batas. Menurut hadith, banyak ketawa menghilangkanakal dan ilmu. Barangsiapa ketawa tergelak-gelak, akan hilang satu pintudaripada pintu ilmu.

Kenapa dilarang ketawa berdekah-dekah? Dalam keadaan suka yang keterlaluan, hati kita lalai dan lupa suasana akhiratdan alam barzakh yang bakal kita tempuhi kelak. Sedangkan dahsyatnya alamtersebut tidak dapat dinukilkan dalam sebarang bentuk media. Kita sedangmenuju ke satu destinasi yang belum tentu menjanjikan kebahagiaan abadi.Sepatutnya kita berfikir bagaimana kedudukan kita di sana nanti, sama adaberbahagia atau menderita. Berbahagia di dunia bersifat sementara tetapidi akhirat berpanjangan tanpa had. Penderitaan di dunia hanya seketikatetapi di akhirat azab yang berterusan dan berkekalan. Merenung dan memikirkankeadaan ini cukup untuk kita menghisab diri serta menyedarkan diri kitatentang bahaya yang akan ditempuh.

"Tertawa-tawa di masjid menggelapkansuasana kubur". Demikian ditegaskan oleh Nabi saw. Kita sedia maklum, kuburialah rumah yang bakal kita duduki dalam tempoh yang panjang. Kita keseorangandan kesunyian tanpa teman dan keluarga. Kubur adalah satu pintu ke syurgaatau neraka. Betapa dalam kegelapan di sana, kita digelapkan lagi dengansikap kita yang suka terbahak-bahak di dunia.

Ketawa yang melampaui batas menjadikankita kurang berilmu. Apabila kurang ilmu, akal turun menjadi kurang. Kepekaanterhadap akhirat juga menurun. Nabi saw pernah bersabda: "Barangsiapa tertawa-tawanescaya melaknat akan dia oleh Allah (Al-Jabbar). Mereka yang banyak tertawadi dunia nescaya banyak menangis di akhirat."

Saidina Ali sentiasa mengeluh '....jauhnyaperjala nan ... sedikitnya bekalan ....' Walaupun hebat zuhud dan ibadatbeliau, namun merasakan masih kurang lagi amalannya. Betapa kita yang kerdildan malas beribadat ini sanggup bergembira 24 jam.

Dalam hadith lain, Nabi saw bersabda "Barangsiapa banyak tertawa-tawa, nescaya meringankan oleh api neraka. "Maksudnya mudah dimasukkan ke dalam neraka.

Kita tidak pula dilarang menunjukkanperasaan suka terhadap sesuatu. Cuma yang dilarang ialah berterusan gembiradengan ketawa yang berlebihan. Sebaik-baik cara bergembira ialah sepertiyang dicontohkan oleh Nabi saw. Baginda tidak terbahak-bahak tetapi hanyatersenyum menampakkan gigi tanpa bersuara kuat.

Para sahabat pernah berkata "Ketawa segala nabi ialah tersenyum, tetapi ketawa syaitan itu tergelak-gelak. "




Gratisan Musik

14 comments:

Lifestyle said...

wah berarti tertawa itu jgn berlebihan ya, terima kasih atas pencerahannya...

mimi said...

peringatan buat saya juga kok....ya setelah dibaca ingin di kongsi bersama rakan..

Lifestyle said...

maaf sejak kunjungan perdana saya sudah follow atas nama lifestyle mungkin anda terlewat melihatnya...
terima kasih silahkan di cek lagi...
setiap berkunung saya juga selalu melakukan senggolan silahkan periksa di cbox sebagai pemberitahuan..

mimi said...

Thanks sobat...@Lifestyle....keep in touch..
nice met you..
setiap kunjungan ku ku senggol bidvertiser mu 1x..

cikgu isza said...

memang betul, ketawa yang berlebihan memutuskan urat ingatan...
jemput sertai http://chekguisza.blogspot.com/2010/02/blog-post.html

brijakartaveteran said...

tepat sekali sahabat, sesuatu yang dilakukan secara berlebih2an tidaklah baik. Artikelnya bermanfaat dan memberikan pencerahan, Salam.

Just Bryan said...

Waa...saya sering tertawa...
Astaghfirullah...

mimi said...

Just Bryan...thanks..enggak apa-apa..asal usah berlebihan..baiknya senyum yang banyak kerna senyuman itu sedekah...

Nophie said...

terima kasih uda mengingatkan kita semua, tkdang kita tertawa hingga lupa diri. :)

Mario said...

yelaa....asik ketawa pun tak bole jgk eh...nnt bole lupa diri...

SoNsOn said...

Sebuah Postingan sebagai pengingat bagi saya
terima kasih sahabatku mimi

Akhatam said...

Wah Artikel yang sangat bermanfaat.. Tx sobat!!

hani said...

salam mimi..fadzihani mmg tak suka ktawa pun paling tak senyum je..syum lagi best pada ktawa.ktawa memenatkan senyum menceriakan..

█♥..ukHra..♥█ said...

mmm...mngingatkan sy..
akhir2 ni iman smkin trun sj...
thnks yaa

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...